Halaman

Selasa, 14 Juni 2011

Samsung akan mengakhiri kepemimpinan Nokia di pasar smartphone pada kuartal ini


Bank investasi Nomura mengklaim bahwa Samsung akan menjadi vendor smartphone terbesar di dunia pada kuartal ini, mengambil mahkota yang selama kurang lebih 14 tahun dipertahankan oleh vendor asal Finlandia ini sejak tahun 1996. Mengutip data dari Nomura, Reuters juga melaporkan bahwa pada triwulan berikutnya Nokia juga akan kehilangan tempat nomor dua karena digeser oleh Apple ke tempat ketiga.

"Pada tahun 1996 Nokia meluncurkan seri Communicator dan sejak itu mereka terus memimpin pasar smartphone. Setelah sekitar 14 tahun di atas, Nokia tampaknya akan melepaskan mahkota di pasar smartphone ini," kata analis Nomura dalam sebuah catatan penelitian. "Pergeseran kekuasaan akan beralih ke Asia dan kami memperkirakan HTC akan bisa menyamai Nokia pada tahun 2012."

Meskipun penelitian sebelumnya dari perusahaan-perusahaan seperti IDC, Canalys dan Gartner telah memperkirakan kejatuhan pangsa pasar Nokia di segmen smartphone selama beberapa kuartal berikutnya, namun prediksi yang dilaporkan Nomura adalah yang paling parah bagi perusahaan Finlandia ini.

"Jika ponsel baru Nokia tidak terjual dengan baik pada kuartal ketiga tahun ini dan (dengan) kesuksesan Galaxy S II, Samsung akan menyusul mereka dan menjadi pemimpin smartphone pada Q3," kata analis Gartner Carolina Milanesi.

Nokia telah mengalami perubahan besar dalam strategi dalam beberapa bulan terakhir, bergerak dari platform Symbian ke Windows Phone milik Microsoft sebagai sistem software utama untuk smartphone. Dan pada tanggal 31 Mei, Nokia menyatakan tidak bisa memenuhi harapan untuk dapat memenuhi target utama mereka hanya beberapa minggu setelah mereka tetapkan sendiri, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai kapabilitas CEO baru Stephen Elop untuk bisa memberikan perubahan sesuai janjinya.

Meskipun diprediksi akan menuai hasil negatif, Nokia akan tetap bertahan sebagai produsen handset terbesar di dunia karena posisinya yang masih kuat dalam perangkat kelas low-end dan jaringan distribusi yang lebih luas di negara-negara berkembang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar