Halaman

Jumat, 03 Juni 2011

Samsung SDI Berniat untuk Mengejar Supremasi di Bidang Energi


Samsung SDI pada hari Rabu (1/6) kemarin berjanji untuk menjadi perusahaan energi global yang melayani kebutuhan masa depan untuk energi yang bisa didaur ulang ketika menandai pengambilalihan resmi untuk bisnis baterai tenaga matahari dari perusahaan saudaranya, Samsung Electronics.

Dengan pertukaran dana $ 147,6 juta, SDI mengatakan akan memasang target pendapatan sebesar 13 triliun won ($ 12,1 milyar) pada tahun 2015 dan hingga 35 triliun untuk penjualan pada tahun 2020. Menurut eksekutif kepala SDI Park Sang-jin, lebih dari setengah dari penjualan akan datang dari unit baterai termasuk baterai mobil listrik.

"Berdasarkan pada bisnis baterai yang sudah ada dan bisnis baterai tenaga matahari baru yang akan ditambahkan, kami berharap dapat berkembang menjadi perusahaan all-around untuk penggunaan energi yang ramah lingkungan," kata Park kepada wartawan yang hadir di peresmian ini.

Samsung SDI, secara historis adalah perusahaan pembuat layar, sejak tahun 2000 telah mengembangkan baterai lithium ion untuk mengubah fokus usaha ke energi yang bisa diperbarukan. Mereka kini telah menerima baterai tenaga matahari sebagai sayap perusahaan, sebuah bisnis yang telah ditugaskan oleh Samsung Electronics sejak tahun 2009.

"Tujuan kami adalah menjadi perusahaan top dunia baik untuk baterai listrik dan tenaga surya, dan kami akan selalu menunjukkan proses untuk mencapai tujuan ini dalam tiga sampai lima tahun mendatang," kata Park.

Industri global, terutama yang mengkonsumsi bahan bakar fosil, telah mulai ditinggalkan dalam upaya untuk memasuki era energi yang terbarukan dalam menghadapi tantangan yang berkaitan dengan iklim. Industri otomotif telah memanfaatkan kecenderungan ini, dengan lebih dari 14 persen dari mobil global diharapkan akan diganti dengan mobil hibrida pada tahun 2020.

Sejauh ini, LG Chem telah memimpin persaingan untuk manufaktur baterai mobil listrik, dengan perusahaan berjanji untuk mengamankan penjualan senilai 4 triliun won dalam penjualan baterai hingga tahun 2015.

Pengamat industri ini mengatakan kalau Samsung SDI bisa mengejar, berdasarkan pada kemampuan untuk menggunakan teknologi sendiri serta dukungan afiliasi yang luas. SDI saat ini hanya memiliki klien tunggal, yakni BMW, namun saat ini sudah sedang dalam pembicaraan dengan Volkswagen AG untuk meraih kesepakatan tambahan.

LG Chem di sisi lain, sudah memiliki 10 perusahaan global yang mereka pasok.

Samsung SDI saat ini dalam negosiasi untuk pasokan baterai EV di Cina dan India, tetapi CEO menolak untuk menguraikan.

Baterai Tenaga Surya adalah salah satu dari lima area yang diminta oleh pemilik Samsung Lee Kun-hee untuk didorong untuk menciptakan sumber pendapatan baru. Empat area lainnya adalah baterai mobil hibrida, light-emitting diode (LED), biomedis dan peralatan medis.

Di antara afiliasi lainnya, Samsung Fine Chemical menghasilkan polysilicon, Samsung Corning Presicision Materials menghasilkan ingot dan wafer sementara Samsung Everland membangun pabrik tenaga surya.


Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar