Halaman

Senin, 30 Mei 2011

Samsung Akan Meluncurkan Tablet Android 4G Tahun Ini, Galaxy S III Tahun Depan


Suwon, Korea Selatan, 30 Mei 2011 - Dalam upaya menawarkan untuk membedakan dirinya di pasar tablet PC yang semakin kompetitif, Samsung Electronics Co tahun ini berencana untuk meluncurkan sebuah tablet berbasis Android yang berjalan pada apa yang disebut dengan teknologi jaringan generasi keempat, yang menjanjikan pengunduhan data yang lebih cepat dari jaringan generasi ketiga.

"Perlombaan untuk 4G (generasi keempat) telah dimulai," kata JK Shin, presiden divisi komunikasi mobile dari Samsung, dalam sebuah wawancara dengan Dow Jones Newswires, yang kemudian menambahkan bahwa transisi ke 4G adalah "tak terelakkan" untuk tablet, karena volume konten yang lebih besar yang harus ditangani memerlukan pengunduhan data yang lebih cepat.

Mr Shin mengatakan kalau tablet baru ini akan menjadi versi yang disempurnakan dari model Samsung Galaxy Tab, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Setelah meluncurkan perangkat 7-inci Oktober lalu, Samsung akan mulai menjual tablet dengan layar lebih besar - 8,9 inci dan 10,1 inci - pada bulan Juni mendatang. Model 10,1 inci akan dijual dengan harga antara $499 dan $599, dan akan berjalan pada versi upgrade dari software Android yang disebut Honeycomb dan memiliki fitur prosesor dual-core yang lebih cepat dan kamera dua megapiksel yang menghadap ke depan.

Mr Shin berkomentar atas pertanyaan keterlibatan Samsung dalam gugatan dengan Apple Inc, pesaing utama dalam smartphone dan pasar tablet, tetapi juga pelanggan utama dari komponen bisnis Samsung. Awal tahun ini, Apple mengajukan gugatan menuduh Samsung menyalin tampilan dan pengalaman pengguna dari smartphone iPhone dan tablet iPad yang populer lebih dulu. Samsung menggugat balik, menyatakan bahwa perusahaan yang berbasis di Cupertino, California ini juga melanggar hak paten mereka mencakup teknologi transmisi pada ponsel Samsung. Perusahaan mengajukan gugatan di AS, Korea Selatan, Jepang dan Jerman.

"Kami tidak menyalin desain Apple," kata Mr Shin. "Kami telah menggunakan desain yang sama selama bertahun-tahun sebelumnya dan itu (tuduhan Apple) tidak akan bermasalah secara hukum." Dia memperkirakan skala gugatan dapat tumbuh, meskipun ia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Mr Shin juga mengungkapkan keyakinannya bahwa Samsung, pembuat ponsel terbesar kedua di dunia dalam hal pendapatan, akan terus meningkatkan pasarnya di smartphone. Samsung bertujuan untuk menguasai dua digit pangsa pasar smartphone global tahun ini dan Mr Shin mengatakan dia mengharapkan pengiriman smartphone tahun ini bisa memenuhi target awal perusahaan dengan 60 juta unit. Setelah menjual 14 juta smartphone pada kuartal pertama, perusahaan bertujuan untuk penjualan kuartal kedua bisa melebihi 20 juta unit.

Menurut firma riset pemasaran IDC, Samsung memiliki 10,8% dari pasar smartphone global pada kuartal pertama, naik dari 4,3% di tahun sebelumnya.

Mr Shin juga mengatakan kalau Samsung akan meluncurkan versi ketiga dari smartphone Galaxy S pada semester pertama tahun depan, dimana sebelumnya telah meluncurkan generasi keduanya, Galaxy S II, bulan lalu. Galaxy S II lebih ramping dan lebih ringan dari smartphone Galaxy S yang pertama dan tertanam dengan paltform software Google Android terbaru, Gingerbread. Samsung telah menyatakan rencananya untuk merilis model di 120 negara mulai awal Juni.

Penjualan Galaxy S II sampai bulan Mei sekitar 1,3 juta, kata Mr Shin. Dia memperkirakan harga jual rata-rata ponsel Samsung akan meningkat berkat penetrasi smartphone yang lebih tinggi, yang akan membantu meningkatkan pendapatan perusahaan pada kuartal mendatang.

Mr Shin mengharapkan angka kuartal kedua untuk divisi mobile Samsung bisa mirip dengan kuartal pertama, ketika penghitungan pada laba usaha sebesar 1,43 triliun won (US$1,32 miliar) dan marjin operasi sebesar 13,5%, tertinggi sejak awal tahun 2008. Ia juga menegaskan bahwa ketinggian margin smartphone akan mencapai 20% dari total pengiriman handset perusahaan pada kuartal kedua, naik dari 18% pada kuartal pertama.

Konsolidasi juga terus dilakukan di segmen jaringan, Mr Shin memberikan spekulasi pasar bahwa perusahaan asal Korea ini mungkin tertarik pada aktivitas merger dan akuisisi. Tetapi dia juga mengatakan kalau perusahaannya tidak dalam pembicaraan untuk membeli Nokia Siemens Networks, perusahaan peralatan telekomunikasi hasil joint-venture antara Nokia Corp dan Siemens AG.

Bulan lalu, yang mengutip dari orang-orang yang akrab dengan masalah ini, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Nokia Siemens Networks sedang mempertimbangkan menjual saham mayoritas di tahun keempat dari proyek kerjasama ini dan mengatakan bahwa beberapa perusahaan pembuat jaringan dan peralatan telekomunikasi lainnya seperti Alcatel-Lucent dan Samsung, mungkin tertarik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar